Psikologi 30 Sept 2020

Temukan Holistic Self Care, Mahasiswi UIR Bantu Atasi Gangguan Otot Tulang Rangka Pekerja Dodos Sawit Riau

PEKANBARU - Mahasiswi Universitas Islam Riau yang tergabung dalam tim PKM-PE 2020 Ilmu Psikologi yakni Siti Umairah (2017), Vanessa Adela Putri (2018) dan Rosyida (2019) yang didampingi oleh Dosen dr.Raihanatu Ruzain Binqalbi, M.Kes mengembangkan suatu bentuk pengobatan dalam bentuk latihan mandiri untuk mengurangi rasa sakit otot tulang rangka atau dikenal dengan istilah Muscoluskeletal Disorders (MSDs) akibat mereka yang bekerja sebagai pemanen dodos sawit di Provinsi Riau. Pengembangan dan penemuan ini dinamakan Holistic Self Care yang memadukan antara Stretching Exercise dan Breathing Technique.

Tim peneliti mengambil objek tempat penelitian di Pulau Sumatera tepatnya Provinsi Riau, yang merupakan provinsi dengan luasnya perkebunan kelapa sawit, meskipun didaerah kaya minyak ini memiliki banyak komoditas berupa kelapa, sagu, karet serta kakao, namun kelapa sawit sendiri masih menjadi primadona diantara semua deretan komoditas. Tidak heran kelapa sawit di Riau kini sudah mencapai 40% dari produksi ditingkat nasional, yang memiliki jumlah areal sekitar 2,3 juta Ha. Pada tahun 2010 berdasarkan data Dinas Perkebunan Riau jumlah para pekerja diperkebunan tersebut hampir 1,19 juta. Setiap industri perkebunan memiliki pekerja sebanyak 688 ribu pekerja  (BUMN, 2012).

Gangguan otot tulang rangka akibat kerja  adalah semua gangguan kesehatan atau  cedera yang mengenai sistem gerak tubuh (otot, selaput tendon, sendi, tulang-rangka,tulang rawan, discus intervertebralis, bursa, syaraf dan pembuluh darah) yang terkait dengan paparan faktor risiko di tempat kerja dan atau lingkungan kerja. Mereka dicirikan sebagai nyeri lokal, mati rasa, atau keterbatasan fisik. Leher, bahu, dan punggung bawah adalah bagian yang paling rentan. (European Agency for Safety and Health at Work, 2013). Gangguan ini memang tidak sering mengancam jiwa tetapi mengganggu kualitas hidup sebagian besar populasi orang dewasa dalam ekonomi kehidupan. 

Dijelaskan oleh tim, Holistic Self Care bertujuan untuk mengatasi rasa nyeri otot tulang rangka akibat melaksanakan pekerjaan selama 10 jam dalam 6 hari kerja, sehingga menimbulkan gejala ketidaksesuaian antropometri tubuh pekerja.

Oleh sebab itu diantara banyaknya titik keluhan yang dirasakan oleh pekerja yang khususnya pada pekerja dodos sawit tersebut. Tim menegaskan bahwa Holistic Self Care (Stretching exercise dan Breathing technique) mampu mengatasi gangguan otot tulang rangka akibat kerja terutama seperti nyeri pada leher, bahu, punggung atas dan bawah  pada pekerja. Dan frekuensi kegiatan yang dibutuhkan holistic self care dalam mengatasi gangguan otot tulang rangka akibat kerja terutama dengan melakukan latihan 30 menit perhari selama 5 hari per minggu dengan jangka waktu 6 minggu.

“Stretching merupakan suatu aktivitas meregangkan otot untuk meningkatkan fleksibilitas otot dan jangkauan gerakan persendian, bentuk pelatihannya juga bisa dilakukan di rumah dan kapanpun, tentu fleksibel dan sangat membantu,” jelas Umairah.

Breathing technique atau latihan pernapasan lebih menekankan pada inspirasi sedangkan beberapa menekankan ekspirasi. Latihan pernapasan dapat digunakan dalam kondisi Restriktif dan obstruktif. Pada jenis-jenis kelainan yang terbatas, Pernafasan Dalam, Pernafasan Diafragma, Pernafasan Diafragma Dalam, Pegangan End-Inspirasi, Inspirasi Maksimal yang Berkelanjutan, Inspirasi Maksimal yang Lambat, Spirometer Insentif, Sniff, Segmental. 

Telah terbukti teknik Holistic Self Care dengan menggabungkan Stretching dan Breathing Technique memberikan pengaruh terhadap pengurangan keluhan musculoskeletal atau gangguan otot tulang rangka akibat kerja pada pekerja yang dapat dilakukan selama 4 minggu bahkan 6 minggu.

[ admin psikologi ]